Spesifikasi Canon EOS 600D Kit

Spesifikasi Canon EOS 600D Kit | Canon EOS 600D dipasaran memang relatif murah jika dibandingkan dengan kamera DSLR lain pada kelasnya, Kamera DSLR besutan dari vendor ternama Canon yang memiliki nama besar Canon EOS 600D ini pun sangat menjadi idola para pecinta dunia fotografi, pasalnya Canon EOS 600D memiliki Fitur dan Teknologi sarta kelebihan yang jarang anda jumpai pada kamera DSLR lain pada kelasnya. Spesifikasi Canon EOS 600D ini pun sangat cocok untuk seorang pemula yang ingin mendalami dunia Fotografi. Abadikan momen berharga dalam hidup kamu dengan kamera profesional Canon EOS 600D. Kamera ini dijamin bisa bikin kamu terpesonal dengan fitu-fitur yang dibawanya dan juga hasil yang mengesankan. Apalagi harga kamera Canon EOS 600D ini bersahabat sama kantong kamu.ISO range di kamera keren ini 100-6400 yang bisa diperpanjang sampai ISO 12800. Dengan ISO segitu, kamu bisa ngambil gambar dengan kualitas super di kondisi minim cahaya meski tanpa nggunain flash.

canon 1

Continue reading Spesifikasi Canon EOS 600D Kit

Visi Dan Misi

Visi

Meningkatkan potensi kreativitas dalam dunia potret, sehingga bisa memiliki kemampuan kreatif dalam bidang fotografi yang sejajar dengan kemampuan fotografer profesional.

Memproduksi foto-foto yang menarik, untuk mempromosikan keindahan alam di Indonesia, salah satu yang terbaik di dunia.

Misi

Memperkenalkan jenis-jenis kamera beserta kelebihan dan kekurangannya dan memperkenalkan komponen-komponen yang terdapat dalam kamera. Membuka kesempatan sebanyak-banyaknya bagi setiap orang yang ingin sharing tentang fotografi dan melakukan berbagai kegiatan untuk mengukur kemampuan fotografi.

Memproduksi foto-foto yang menarik dan unik, yang pada akhirnya menjadi kekayaan imajinasi yang akan mempromosikan keindahan alam dan  seni fotografi.

# Febrie_LF photography

Imagine Digital Photography

Cara konfigurasi Email di Microsoft Outlook

Cara konfigurasi Email di Microsoft Outlook

Hai teman-teman, jumpa lagi nih… sebelumnya saya sudah membuat tutorial tentang cara membuat Email dengan Domain/Sub Domain. kali ini saya ingin membagi kepada kalian semua tentang cara konfigurasi Email di Microsoft Outlook.

Microsoft Outlook, merupakan salah satu layanan pengelola email yang memungkinkan kalian untuk masuk ke server email, langsung dari aplikasi tersebut. Sehingga kalian tidak harus mengunjungi halaman pengelola email terlebih dahulu, contohnya seperti Yahoo, Gmail, ataupun penyedia email lainnya.

Namun untuk melakukan hal tersebut, Anda harus mengkonfigurasi layanan pengelola email tersebut dengan benar, sehingga kita dapat mengirim dan menerima pesan di Microsoft Outlook.

Berikut langkah-langkahnya :

Setting Email di Microsoft Outlook 2007

  1. Pertama kalian  membuka terlebih dahulu Ms Outlooknya, disini saya memakai Micorosoft Outlook 2007, lalu klik Next.

mo00

2.   Pilih Yes, lalu klik Next.

mo01

3.   Isikan Form berikut, seperti nama, email, dan password (Untuk email harap di sesuaikan oleh email yang kalian buat di cpanel sebelumnya) kemudian klik Next.

mo02

4.   Silahkan tunggu sebentar.

mo03

5.   Karena disini jaringan enkripsi ke server mailnya belum ada, maka memakai jaringan non enkripsi, lalu klik Next.

mo04

6.   Tunggu sebentar.

mo05

7.   Setelah itu, klik finish.

mo09

8.   Email sudah jadi, Sekarang kalian sudah bisa surat menyurat ke teman-teman kalian.

mo11

9.   Selesai.

Demikian tutorial Cara konfigurasi Email di Microsoft Outlook dari saya, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya.

Sampai bertemu kembali di tutorial2 dari saya selanjutnya…

 

 

 

Cara membuat Email dengan Domain/Sub domain

Cara membuat Email dengan Domain/Sub domain

 Hai teman-teman, bagaimana kabar kalian? semoga baik-baik aja ya!!

Pernah nggak kalian melihat perusahaan atau bahkan teman kalian sendiri, melihat email yang mereka gunakan unik, unik disini maksudnya memakai domain atau sub domain/perusahaan sendiri. Terlihat professional bukan?

Di kesempatan kali ini saya akan  memberitahu pada kalian bahwa membuat Custom Email atau Email dengan Domain atau Sub Domain sendiri itu mudah, nggak percaya? simak tutorial yang saya ajarkan berikut ini.

  1. Pertama kalian harus masuk ke cPanel dahulu.

cp0

2. Setelah itu klik Email Account.

cp00

3. Setelah itu lengkapi form-nya (Email, Password,confirm password dan Mailbox Quota).

cp01

4. Setelah di isi semua, kemudian klik Create Account.

cp02

5. Nanti akan muncul halaman berikutnya dengan “Account Created” yang berarti akun kalian sudah berhasil dibuat.

cp03

6. Selanjutnya kalian bisa membuka email tersebut di OutlookThunderbird maupun Webmail.

7. Untuk membuka Email di webmail sangat mudah, silahkan ketikkan webmail.namadomain/subdomain.com di browser kalian.

contoh : webmail.photography.klithikan.com

8. Kemudian  masukkan ID dan Password yang tadi sudah kalian buat sebelumnya.

Gimana teman-teman? mudah sekali kan…

Sekian tutorial Cara membuat email dengan Domain/Sub domain dari saya, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di tutorial2 selanjutnya…

 

 

Cara Membuat Kontak Pesan di WordPress

Cara Membuat Kontak Pesan di WordPress

 Hai teman-teman!!!, Berjumpa lagi dengan saya disini

Kali ini saya ingin memberitahu kalian tutorial bagaimana cara membuat Form Kontak Pesan di WordPress, caranya cukup mudah sekali.

Setiap website maupun  blog selalu terkenal  mempunyai informasi kontak dan form pertanyaan untuk diisi para pengunjung yang ingin bertanya tentang apa yang kita post.

Lalu, bagaimana cara membuat form pertanyaan dari situs WordPress yang kita kelola ?

Jangan khawatir teman, anda dapat install plugin Contact Form 7 sebagai alternatif terbaik. Plugin ini gratis dan bisa dengan mudah diintegrasikan dengan alamat email anda.

Baiklah,saya akan menunjukkan caranya, begini langkah-langkahnya :

Install Contact Form 7

  1. Pertama kalian harus login akun admin wordpress kalian masing200
  2. Arahkan kursor ke Plugin lalu pilih  Tambah Baru.01

3.  Ketikkan di pencarian “Contact form 7” lalu klik  install.03

  1. Setelah itu klik Aktifkan Plugin, dan tunggu sampai proses selesai.04

 

Setting Plugin Contact Form 7

1.Pertama arahkan kursor ke Plugin lalu klik Setelan pada Contact Form 7.

05

2.Pada bagian ini terdapat 5 deret script default yaitu form nama, email, subject pesan dan tombol kirim. Copy bagian script yang ada pada form di atas.

06

  1. Kemudian buat Post baru dengan cari arahkan kursor ke Postlalu Tambah Baru.

07

  1. Tulis judul yang anda inginkan lalu paste kan code yang tadi anda copy lalu klik Terbitkan.08
  2. Selesai.

Cara menambahkan Menu Kontak Pesan

  1. Arahkan kursor ke Tampilan kemudian klik Menu.

09

  1. Masukkan url post yang sebelumnya tadi di copy, isi Judul lalu klik Tambahkan ke Menu.

10

  1. Kemudian klik Simpan menu.

11

  1. Kontak Pesan sudah jadi, selesai.

12

5.  Untuk merubah emailnya, perhatikan gambar di bawah ini, ini akan sangat berguna nantinya yang akan masuk ke email kita.

13

Nah, bagaimana? Mudah sekali kan!
Demikian tutorial yang saya bagi ke teman-teman semua, semoga bermanfaat buat teman-teman semua..

 

 

 

 

 

Belajar mengunakan teknik fokus hyperfocal distance

Belajar mengunakan teknik fokus hyperfocal distance

Memfokuskan lensa ke jarak hiperfokal (hyperfocal) memastikan bahwa 1/2 jarak dari jarak hiperfokal sampai tak terhingga dalam fokus/tajam. Ada tiga faktor yang mempengaruhi jarak hiperfokal yaitu bukaan lensa, rentang fokal lensa (focal length) dan ukuran sensor kamera.

Teknik mengunakan hyperfocal distance sering digunakan oleh fotografer landscape, street photography supaya objek foto dan latar belakangnya tajam. Teknik ini berperan sangat penting saat memotret dengan lensa/kamera yang tidak mendukung fungsi autofokus. Contohnya kamera rangefinder seperti Leica, atau saat mengunakan lensa yang tidak memiliki fungsi autofokus seperti lensa-lensa Samyang, Carl Zeiss dan lain lain. Syaratnya kamera harus bersensor full frame (36 x 24 mm) bukan APS-C. Sayangnya kamera DSLR jaman sekarang sebagian besar bersensor APS-C jadinya tanda tersebut kurang begitu relevan/akurat.

Di lensa 35mm f/1.8G, tidak ada tanda jarak fokus dan hyperfocal

Di lensa 35mm f/1.8G, tidak ada tanda jarak fokus dan hyperfocal

Lensa yang dibuat di era kamera film biasanya memiliki jarak fokus dan tanda hyperfocal yang jelas

Lensa  yang dibuat di era kamera film biasanya memiliki jarak fokus dan tanda hyperfocal yang jelas dan cukup lengkap

Di era autofokus (AF), menerapkan teknik ini menjadi lebih sulit karena lensa-lensa modern tidak memiliki tanda hyperfocal distance (tanda jarak fokus hyperfocal yang terukir di lensa). Jika Anda mengunakan lensa jaman dahulu, periksalah lensa Anda.

Langkah-langkah mengunakannya cukup mudah.

  1. Tentukan nilai aperture/bukaan yang dikehendaki, misalnya f/22
  2. Putar laras fokus sampai angka 22 yang terletak disebelah kiri yang sejajar dengan tanda tak terhingga
  3. Bacalah angka sebelah kanan yang sejajar dengan angka 22

Dalam kasus lensa Nikkor AF 50mm f/1.8D ini, saya mendapatkan jarak kurang lebih 2 meter. Artinya, objek yang terletak 2 meter sampai tak terhingga akan fokus (tajam).

Jarak hyperfocal

Set tanda tak terhingga sejajar dengan 22 dan perhatikan angka di sebelah kiri yang sejajar dengan angka 22. Kira-kira jatuh pada angka 2 meter (antara 1.5-3 meter).

Di lensa jaman sekarang biasanya tanda hyperfocal dihapus, yang ada cuma jarak fokus saja. Jika tetap ingin mengunakan teknik ini maka diperlukan tabel atau kalkulator. Tapi metode kalkulator ini juga sulit diterapkan karena kebanyakan lensa tidak memberikan tanda jarak fokus secara lengkap.

Keuntungan teknik hyperfocal adalah Anda tidak perlu mengaktifkan autofokus (tidak perlu menekan setengah tombol jepret), jadi bisa jadi lebih cepat dalam memotret. Kelebihan ini banyak digunakan oleh street photographer untuk merekam momen dengan cepat.

Teknik ini tidak begitu cocok saat mengunakan lensa yang berbukaan besar, rentang jarak fokus hyperfokal sempit, jadi kemungkinan objek yang ingin difokuskan bisa jadi gak fokus. Oleh sebab itu, teknik ini lebih cocok saat mengunakan bukaan yang kecil dan lensa yang lebar.

Mengunakan tabel

Jika lensa yang digunakan tidak memiliki tanda depth of field, maka cara lain yaitu dengan menghitung dengan kalkulator atau melihat tabel. Contohnya: Jika mengunakan kamera bersensor APS-C dan lensa 24mm, bukaan f/22 maka jarak hyperfocalnya adalah 0.9 m. Artinya apa saja yang terletak dari jarak (0.9 m / 2) = 0.45 m sampai tak terhingga akan berada dalam fokus/tajam.

Untuk membuat tabel, rekomendasi saya adalah halaman di website ini.

kalkulator-fokus-hyperfocal

Fitur flash Shanny SN600C vs Canon 430EX II

Fitur flash Shanny SN600C vs Canon 430EX II

Lampu kilat (flash) eksternal adalah salah satu aksesori lighting fotografi yang praktis dan punya dampak besar dalam hasil foto yang didapat. Aksesori ini layak dipertimbangkan bila kita merasa flash built-in di kamera tenaganya kurang kuat, ataupun tidak bisa diarahkan ke atas (bounced). Flash eksternal yang lebih canggih bahkan punya fitur lanjutan seperti bisa TTL, ada zoom head, High Sync Speed dan Multi flash. Sayangnya flash eksternal yang berkekuatan besar dan sarat fitur harganya memang cenderung tinggi. Maka itu mulai banyak dijumpai produk flash eksternal pihak ketiga yang membuat flash eksternal dengan harga lebih bersahabat.

Kali ini kita akan membandingkan fitur antara dua flash kelas ekonomis yaitu Shanny SN600C(didesain kompatibel dengan kamera Canon) dan flash Canon Speedlite 430EX II. Kedua flash ini merupakan flash eksternal ukuran standar dengan tenaga dari 4 baterai AA, bisa di putar (untukbounce) dan tentunya kompatibel dengan bodi Canon (on-camera E-TTL). Keduanya juga sudah dilengkapi dengan AF assist light untuk membantu kamera mencari fokus, sebuah fitur penting di kamera Canon karena tidak ada lampu AF assist di bodinya.

shanny-sn600c

Shanny SN600C – Kuat dan kaya fitur

Kita akan tinjau perbandingan kedua fitur flash ini. Sebagai flash yang dibuat oleh Canon, Speedlite 430EX II tentu dirancang untuk kompatibel dengan bodi Canon saat ini maupun yang akan datang. Ukurannya yang cukup kecil dan ringan juga menjadi daya tarik saat kita bepergian dan tidak ingin bawa gear yang terlalu berat. Di lain pihak bentuk dan ukuran flash Shanny lebih besar, sepintas dimensinya mirip dengan Speedlite 600EX.

Saat meninjau kinerja secara umum, saya temui Shanny SN600C punya keunggulan pada kekuatan flash yang lebih besar (GN60 vs GN43) dan waktu recycle yang lebih cepat (kurang dari 2.5 detik). Dari sisi kemampuan zoom head, kedua flash memang sama-sama bisa mengikuti zoom lensa. Hanya saja Canon 430EX II punya rentang zoom yang lebih terbatas yaitu 24-105mm, sedangkan Shanny SN600C bisa zoom 20-200mm.

Canon 430EX-ii, lebih kecil & bisa TTL saat di posisi Optical Slave

Canon 430EX-ii, lebih kecil & bisa TTL saat di posisi Optical Slave

Perbedaan lainnya yang bisa ditemui adalah adanya beberapa fitur unggulan yang justru dijumpai di Shanny SN600C tapi tidak ada di Canon 430EX II, diantaranya kemampuan multi flash, ada colokan PC port dan external battery pack. Canon 430EX II juga tidak menyediakanreflector card di bagian atas flashnya.

Bicara soal kemampuan wireless flash, kedua flash ini bisa dikendalikan secara wireless tanpa perlu tambahan trigger. Tapi agak berbeda dengan sistem slave di Canon 430EX II yang bisa dipicu secara E-TTL melalui wireless optik, pada Shanny SN600C hanya bisa diatur kekuatannya secara manual. Jadi saat memakai SN600C di mode Optical slave, pengaturan kekuatan flash diatur di menu kamera dengan memilih mode M. Walau demikian Shanny SN600C juga punya keunggulan yaitu bisa menjadi manual slave (S1/S2) sedangkan Canon 430EX II tidak ada fitur manual slave (S1/S2). Sebagai info, manual slave adalah sistem trigger sederhana yang membuat flash akan ikut menyala saat ada flash lain yang menyala.

Perbedaan fitur dalam bentuk tabel :

Flash built-in radio SN910EX-RF untuk kamera DSLR Nikon

Flash built-in radio SN910EX-RF untuk kamera DSLR Nikon

Flash Shanny keluaran baru ini adalah flash yang sangat menarik dan inovatif karena memiliki built-in radio 2.4G wireless (transmitter + receiver) untuk  kamera DSLR Nikon. Flash ini bisa untuk memicu flash SN910 EX-RF lainnya secara radio seperti ilustrasi diagram dibawah, dan bisa menerima sinyal dari flash SN910 RX-RF atau trigger SN910 TX.

Antarmuka pengendalian off-camera flash kurang lebih sama dengan sistem Nikon: On-camera Master group, tiga group remote/slave A, B, dan C.

SHANNY_SN910EX-RF-wcls

Setiap group bisa diset sebagai TTL, Manual atau OFF. Group TTL dan Manual bisa dikombinasikan bersama. Remote Auto dan manual flash zoom juga bisa diset secara individu untuk setiap grup. Tidak ada opsi Remote Optic (trigger dengan flash) tapi ada mode S1 dan S2 mode. Juga belum ada receiver khusus untuk mengkombinasikan sistem ini dengan flash Nikon yang mungkin sudah dimiliki fotografer Nikon.

Dengan adanya SN910EX-RF dan Trigger SN910TX, maka pengguna kamera DSLR Nikon yang suka mengunakan teknik strobist/off camera flash akan sangat terbantu, karena tidak perlu lagi repot-repot membawa radio receiver untuk setiap flash dan tidak perlu mengkhawatirkan baterai untuk receivernya.

Saran saya untuk pemula, dibutuhkan minimal 1 trigger (SN910TX) dengan harga Rp 550.000 dan 1 unit flash SN910 EX-RF dengan harga Rp 1.990.000,- (Total Rp 2540.000,-).

Bisa juga dengan mengunakan dua unit flash SN910EX-RF. Yang pertama diletakkan diatas kamera, dan satunya lagi diletakkan diluar kamera.

Jika tertarik memiliki flash dan trigger ini, boleh pesan via Infofotografi 0858 1318 3069 atau belanja langsung di www.ranafotovideo.com.

SHANNY_SN910EX-RF

Spesifikasi Flash SN910EX-RT

  • GN 60m (ISO 100/200mm)
  • HSS sampai 1/8000 detik
  • Flash mode: iTTL/M/Multi
  • 1st Curtain/2nd Curtain sync (rear sync)
  • FEC/FEB – 1/3rd stop
  • Manual Flash: 1/1 sampai 1/128
  • Zoom: 20-200mm Auto dan manual flash zoom
  • Mode Commander/master dan Remote/slave radio system
  • Jangkauan radio 50 meter
  • Mode S1 dan S2 optik
  • Full power recycle time: maks 1.8 detik
  • Group A, B, C
  • Channel 1-15
  • Custom Function
  • Sound Prompt
  • Heat Protection
  • AF Assist Light
  • Kepala bisa diputar 360 derajat
  • External Battery Port (versi Canon)
  • Pc Sync port
  • USB Port untuk firmware update
  • Trigger SN910 TX ini dirancang eklusif untuk compatible dengan flash SN910 EX RF

Spesifikasi trigger SN910TX

  • 2.4 Ghz wireless control system
  • High Sync Speed sampai 1/8000 detik
  • Rear curtain sync
  • Zoom bisa disesuaikan
  • Mode: TTL, Manual,
  • 3 Grup, 15 Channel
  • Kompensasi flash exposure
  • Lampu AF assist
  • 2 baterai AAA

Penggunaan Dua Flash untuk Portrait Photography

Penggunaan Dua Flash untuk Portrait Photography

Sebenarnya penggunaan satu flash, dua flash dan seterusnya itu tergantung dari pencahayaan seperti apa yang kita inginkan, jika menurut kita cukup dengan satu flash saja silahkan, demikian seterusnya. Saya pribadi biasanya memulai dengan menganalisa arah cahaya matahari (jika pemotretan outdoor) atau arah cahaya lampu ataupun cahaya matahari dari jendela (jika pemotretan indoor) terlebih dahulu. Jika available light cukup untuk pencahayaan yang saya inginkan, maka saya tidak menggunakan flash atau cahaya tambahan lain, namun jika belum cukup dengan available light maka saya akan menambahkan satu flash dulu, lalu jika masih kurang nambah satu lagi dan seterusnya.

Kita kembali deh pada konsep pembuatan foto yang berdimensi, penggunaan flash adalah salah satu cara membuat foto menjadi lebih berdimensi, bukan hanya sekedar untuk menerangi objek saja. Jika kita melihat foto kita menjadi dua bagian, yaitu bagian foreground dan background, maka untuk membuat foto menjadi lebih berdimensi, kita harus bisa memberikan ruang tersendiri antara foreground dan background  dan kita bisa melakukan itu dengan tambahan cahaya dari flash atau juga dengan DOF.

Sebagai contoh foto ini terlihat cukup berdimensi karena antara model sebagai foreground terlihat lebih memisah dengan backgroundnya karena adanya cahaya rim light disisi samping arah belakangnya. Model terlihat lebih “pop up” dengan adanya cahaya dan bayangan yang diinginkan.

Nikon D90 AF-S 18-105mmVR, ISO-200,F/5,1/200

 

Untuk kedua foto diatas saya memotret menggunakan Nikon D90 dengan lensa Kit-nya AF-S 18-105mmVR di FL 18mm dan data Exif-nya sama yaitu  ISO 200, F/5 dan speed 1/200.Posisi lighting yang saya gunakan adalah sebagai berikut :

www.lightingdiagrams.com

 

Saya menggunakan dua Reflektor Softbox seperti dikanan atas. Kekuatan cahaya atau power dari flash ini juga sangat mempengaruhi hasil, biasanya jika menggunakan dua flash dengan posisi seperti ini saya akan memulai setting power flash depan banding flash belakang adalah 1:2. Misalnya jika power flash depan saya set 1/16, maka untuk posisi belakang saya set 1/8. Ini hanya patokan awal, karena tidak ada rumus pasti dalam fotografi mengenai setting flash maupun setting kamera sekalipun. Dengan patokan awal ini saya nanti akan mengurangi arau menambahkan power sehingga hasilnya sesuai dengan yang saya inginkan.

Jika pada foto 1 diatas pengambilan foto dilakukan diruang terbuka dan latar belakangnya adalah ruang terbuka juga, maka foto berikut saya ambil didalam ruangan dengan latar belakang adalah sebuah dinding.

Nikon D90 AF-S 18-105mmVR, ISO-200,F/5,1/200

Posisi lighting yang saya gunakan mirip dengan pada foto 1, sebagai berikut :

www.lightingdiagrams.com

 

Saya tetap menggunakan dua Reflector Softbox yang didalamnya saya gunakan flash. Kali ini Power Flash yang saya gunakan didepan 1/32 dan belakang 1/16, namun dengan jarak flash ke model lebih dekat daripada Foto-1. Hal ini karena saya lebih fokus untuk memotret wajah modelnya.

Nah disini kita semua dapat menilai dan membandingkan bahwa power yang saya gunakan saat outdoor jauh lebih besar dibanding saat indoor. Hal ini karena available light untuk outdoor juga lebih besar, sehingga butuh power dari flash yang lebih besar untuk mengatasi available light.

Semoga tulisan ini cukup membantu dalam memahami dan menginspirasi untuk lebih mempelajari lightingdalam fotografi, tulisan ini merupakan rangkaian dari tulisan pertama yang membahas mengenai Pemotretan Strobist Outdoor dan Memaksimalkan penggunaan satu flash untuk membuat foto menjadi lebih berdimensi.